Rabu, 07 Mei 2008

Where is Jack ??

Hidup di dunia yang penuh dengan kebohongan dan kemunafikkan terkadang membuat aku hampir putus asa dalam mencoba menemukan dan memahami makna dari tiap hembusan nafas ini. Saat ini, setiap manusia yang hidup dalam lingkungan sebuah negara yang di sebut Republik Indonesia hampir dapat di pastikan tidak memiliki hati nurani (terutama para penguasa), semua rakyat negeri ini terus menjerit untuk meminta keadilan bagi dirinya, yang hampir pasti tidak akan ia dapatkan, semua Insan yang berada di negeri kaya bernama Indonesia ini mencoba mendapatkan kehidupan yang tenang dan sejahtera yang lagi-lagi hampir pasti tidak akan mereka dapatkan.

Hal ini diperparah dengan munculnya rasa saling mencurigai di antara saudara sebangsa dan setanah air, kesengsaraan membuat semua rakyat negeri ini berusaha menyelamatkan diri mereka tanpa memperdulikan kepentingan dan keadaan saudaranya yang lain. Perbedaan di antara kita yang seharusnya memberikan warna indah negeri ini berubah menjadi masalah besar lain yang semakin menghancurkan negeri ini. Sesuatu yang baik bagi satu orang/kelompok ternyata belum tentu baik bagi orang lain di sekitar kita atau sebaliknya dan umumnya selalu menimbulkan konflik baik yang terjadi secara langsung ataupun tidak. Sebenarnya, perbedaan pemahaman akan baik dan buruknya sesuatu dapat di dudukkan dalam satu wadah, karena bangsa ini sudah dijejali dengan konsep perbedaan sejak awal zaman kemerdekaan. Keterpurukan Negeri ini membuat semua Insan yang mencoba berdiri di atas Ideologi Nasionalisme dan berbagai Ideologi Perjuangan lainnya ikut terbawa kedalam arus kehancuran bangsa ini. Apa yang terjadi dengan bangsa besar ini??apa permasalahan bangsa ini??Kemana para Cendikia dan para Pejuang bangsa ini yang mampu berjuang di garis lurus perjuangan sesungguhnya??

Mungkin aku, kau, dan kita semua tidak dapat saling menyalahkan dan disalahkan karena permasalahan ini, kita sama-sama tau bahwa
carut-marut-nya lingkungan dan orang-orang di sekitar kita disebabkan hampir karamnya kapal yang bernama NKRI. Apabila kita analogikan NKRI sebagai sebuah kapal yang akan segera karam maka dapat dipastikan bahwa penumpang kapal tersebut akan berusaha untuk dapat menyelamatkan dirinya dan orang-orang terdekatnya bahkan ada yang tidak lagi memperdulikan orang lain selain dirinya bahkan kapten kapal tersebut. Semua akan saling dorong, saling menjatuhkan hingga ia mendapatkan tempat yang ia rasa aman dan mampu menyelamatkan dirinya, tidak akan ada si Jack seperti dalam film Titanic yang mampu berkorban demi apa yang ia Cintai, ya..seperti kita semua yang sepertinya tidak akan mau lagi berkorban demi negeri yang kita cintai ini.

Apakah separah itu rasa nasionalis kita???Apakah kita tidak bisa menyampingkan kepentingan pribadi kita untuk negeri ini???Entah siapa yang mampu menjawab selain kita.

Rabu, 13 Februari 2008

Valentine, Universal atau tersesat??

Valentine adalah sebuah perayaan tahunan yang diadakan guna mengingatkan (sebagian orang yang mempercayainya) tentang kisah pendeta St Valentine, seorang pendeta yang memiliki kisah "cinta". Sampai saat ini sebagian besar masyarakat Indonesia belum sepenuhnya paham akan makna dari Valentine day tersebut. Umumnya, hari Valentine yang masyarakat awam tau hanyalah sebatas hari kasih sayang. Namun berdasarkan esensi awal, peringatan hari Valentine diadakan untuk memperingati kematian seorang pendeta yang (berdasarkan sebagian besar pendapat) rela dihukum dan mati untuk apa yang "dicintainya", maka peringatan hari Valentine tidak jauh beda dengan peringatan kenaikan Yesus ataupun Isra' Mijraj nya nabi besar Muhammad SAW. Hanya saja Masyarakat harus mengetahui jelas apakah hari Valentine ini diadakan memang untuk agama atau etnis tertentu atau memang untuk universal??

Apabila Valentine memang diadakan untuk kalangan Universal, bukankah sudah seharusnya cerita dibalik hari Valentine harus di ubah??atau mungkin..tanggal jatuhnya hari Valentine pun harus dirubah?? Karena sebagian besar sumber mengatakan bahwa cerita tentang St. Valentine adalah kisahnya umat kristiani???

Masyarakat Indonesia, khususnya yang bukan beragama kristen sudah seharusnya kembali mempertimbangkan untuk merayakan Valentine, karena apabila kita salah memahami akan nilai dasar dari perayaan suatu hari besar tertentu, maka kita hanya akan terlihat seperti "kerbau dungu" yang hanya ikut ketika talinya di tarik. apakah nantinya kita juga akan merayakan hari Hellowen seperti warga Amerika?? merayakan hari kemerdekaan Negara Amerika secara Universal??? atau bahkan merayakan natal, nyepi, Idul Fitri secara universal juga???

Apapun pendapat masyarakat ini, memang akan kembali lagi kepada masyarakat kita ini. Tapi sudah saatnya masyarakat kita cerdas dalam bertindak. Apapun yang muncul di tengah-tengah kita sudah seharusnya di tindak-lanjuti secara bijaksana dan cerdas. Jangan sampai perayaan suatu hari besar yang mungkin sakral bagi suatu kalangan menjadi ternoda karena universalisasi perayaan tersebut. Apakah pantas perayaan hari Valentine yang seyogyanya diadakan untuk memperingati pendeta St Valentine dihiasi dengan SEX bebas sesama pasangan belum menikah atas dasar hari kasih sayang??atau apakah pantas umat lain ikut memperingati hari Valentine ketika Valentine seharusnya menjadi hari besar umat kristiani??? keterbukaan dari umat kristiani juga diperlukan guna memberi petunjuk yang jelas bagi umat yang lain agar mereka tidak terlihat seperti "kerbau uang dungu".